Ketika kenyataan itu harus diterima lapang dada :’)

Ayah… Kini umurmu sudah tidak lagi muda, dan ragamu sudah tidaklah lagi terlalu kuat, tapi engkau selalu tersenyum🙂

Yap, kenyataan yang membuat semua keluarga dirumah panik, termasuk saya. Beliau yg selalu terlihat ceria tanpa diduga dalemnya rapuh. Sebuah kenyataan yg sangat berat diterima, tp harus tetap diterima dgn ikhlas.

Sudah setahun ayah divonis stenosis, atau menyempitnya salah satu katub jantung yang menyebabkan aliran darah terbatas. Dan ini dapat menimbulkan komplikasi jantung seperti gagal jantung. Awalnya beliau hanya menderita sesak nafas dan batuk. Karena ibu perawat di salah satu rumah sakit di Jakarta, akhirnya ibu pun memutuskan untuk membawa ayah ke rumah sakit. Beberapa pemeriksaan dilakukan, mulai dari tensi darah, cek gula, cek darah, sampai CT Scan. Tensi darah, cek gula, cek darah dan CT Scan mendapatkan hasil yang alhamdulillah baik. Tapi satu pemeriksaan yg dilakukan lagi, yaitu cek jantung. Dan dari hasil itulah akhirnya ketauan gejalanya. Saya dan Ibu hanya bisa diam, terselip raut wajah kesedihan yang mendalam. Iya, ayah divonis stenosis sejak saat itu. Dimana salah satu katub jantung beliau tidak bekerja dengan baik :’)

Sedih, udah pasti sangat sedih karena beliau adalah ayah saya. Kesedihan mendalam sangat nampak di wajah Ibu.

Dokter menyarankan melakukan operasi bypass untuk pengobatan lebih lanjut dan menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yg terjadi jika operasi dilakukan. Ya, kemungkinan itu 50:50. Sebuah kemungkinan yang semakin memberatkan saya (khususnya) untuk meng-iya-kan saran dokter tsb. Sayapun mulai mencari informasi ttg penyakit tsb, dan beberapa info saya dapat mengenai penyakit tsb. Dan sampai sekarang, kami sekeluarga belum dapat meng-iya-kan saran dokter tsb.

Saat ini, beliau hanya bergantung pada obat yg dikonsumsi rutin setiap hari guna meredam rasa nyeri yang kadang timbul. Dengan diiringi terapi kesehatan yg dilakukan rutin, Alhamdulillah senyum dan kecerian beliau yg sempet hilang kini muncul lagi :’)

Saya selalu berdoa, agar beliau selalu diberi kesehatan, kesabaran, dan keikhlasan. Amin :’) Khususnya Ibu, semoga beliau juga diberi kesabaran, keikhlasan mengahadapi kenyataan ini, Amin :’)

One thought on “Ketika kenyataan itu harus diterima lapang dada :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s