1st time at Mahameru (part 5)

20 September 2012 | Ranukumbolo

Matahari sudah mulai tampak, Ranukumbolo sudah mulai terang. Waktu menunjukan pukul 5 pagi. Aku pun bergegas bangun menikmati indahnya pagi Ranukumbolo sebelum bergegas ke Jakarta. Aku bergegas keluar tenda dan duduk di depan tenda. Di dalem tenda, Fanny dan Tami sedang memasak. Saya pun bergegas ikutan masak air untuk menyeduh kopi. Aaaaah nikmatnya, segelas kopi dan 2 buah mie goreng + sarden jadi cemilan saya pagi ini, eh berdua ding sama Yuda. Kami makan sepiring berdua, sambil ngobrol dengan menggunakan bahasa Jawa. Karna kebetulan saya dan Yuda orang Jawa. Sooo romantisssss…. hahaha :))

Selesai makan dan beberes, kamipun packing dan bergegas pulang. Waktu menujukan pukul 12.00 WIB dan kamipun mulai bergegas jalan menuju Ranupani.

Jalur Ranukumbolo – Ranupani itu nanjak dan ada bonus turunan lumayan banyak. Awalnya gua jalan di tengah, lama kelamaan jadi semakin depan. Tapi ga lama yg lain pada nyusul gua, dan gua jadi rombongan belakang lagi karna gua sempet ngerest di pos 2. Setelah pos 2, jalur pendakian menurun. Dan yg lain pada berlari kecuali gua. Iya, karna kaki gua sakit alias kapalan akhirnya gua jalan perlahan sambil menahan sakit. Selama perjalanan gua bertemu bbrp pendaki lain yg mau naik, sampe ada satu kejadian yg menurut gua konyol. Kebetulan jalur lagi sepi, dari kejauahan gua denger suara pendaki yg lain sedang ngerest. Dengan santainya gua jalan sambil nenteng sampah kaleng yg menggantung di carier. Dan akibat gantungan itu, jadinya ngeluarin suara berisik ‘klentang.. klentong.. klentang.. klentong..’ Suara pendaki yg lain tsb semakin dekat, dan begitu kita sama2 bertemu pendaki itu megang golok dan langsung ngomong ‘Dikira siapaaaaa mas, bunyi klentang klentong’. Dan dengan polosnya gua cuma senyum dan say ‘Selamat menikmati perjalanannya mas’ (dalam hati ngeri juga men, untung ga disambit golok gua) hahaha :))

Tidak jauh dari pertemuan tsb, gua pun bertemu salah satu teman gua,pencetus Bike To Campus; Amal. Kebetulan dia mau mendaki ke Ranukumbolo. Dan gua pun berbincang-bincang sebentar tidak lupa berpose sama dia.

Singkat cerita, gua pun sampai di Ranupani sekitar jam 15.30 WIB. Dan langung istirahat bersih-bersih sebelum balik ke Jakarta. Temen-temen yg lain pada mandi disini, dan gua ga berani mandi. Airnya super duper dingin broooooh haha :)) Semuanya sudah selesai mandi dan packing, kami pun turun menuju Pasar Tumpang jam 17.00 WIB dengan menggunakan truk.

Kebetulan kami berjumlah 10 orang, dan ada rombongan lain yg mau turun 3 orang. Akhirnya kami patungan untuk naik truk. Setiba di Pasar Tumpang pukul 18.30 WIB. Gua langsung bergegas menuju Jakarta malam itu juga karna ada urusan lain hari sabtunya. Teman-teman yg lain bermalam di salah satu rumah teman kami di Malang. Aaaaahhh ga sabar ketemu kasur, kamar mandi dan orang rumah🙂

Demikian dokumentasi, sebuah cerita dari saya tentang 1st time at Mahameru. Semoga bermanfaat untuk teman-teman pendaki yang lain. Amin🙂

Terima kasih kepada Allah SWT, karna Engkau telah mengijinkan (saya khususnya) kami berdiri dan bersujud ditanah tertinggi Pulau Jawa.

Terima kasih kepada teman-teman Pasma (Fanny, Benny, Vito, Angga, Tami, Rendy), Yuda, Ucok. Berkat ajakan dan semangat dari kalian, gua bisa mencapai 3676 mdpl. Alhamdulillah🙂 You rock guysssssssssss!!!

“Aku bukan maniak pendaki, aku adalah penikmat alam yg indah. Berdiri diatas awan, tetap menginjakan kaki dibumi dan tanpa harus terbang. Aku bukanlah golongan pemuncak gunung, aku hanya penikmat alam yg indah. Puncak suatu gunung merupakan bonus bagi ku. Dan suatu kebahagian aku bisa berdiri dan bersujud syukur di Mahameru :’). Semeru meninggalkan rindu, ijinkan aku untuk bertemu dilain waktu :)”– Muhammad Julindra

“Lelahnya pendakian, tebelnya debu di muka, sampe gosongnya muka dan tangan terbayarkan saat sampai diatas Mahameru dan melihat keindahan alamnya gunung semeru.. Thanks Pasma 5 masih bisa menemani berkeliling gunung2 di Indonesia dan semoga masih untuk seterusnya ♥” – Shiella Fanny Erawati

“ada apa di atas awan?
di titik tertinggi pulau jawa?
di 3676 mdpl?
di puncak mahameru?

ada merah putih
ada tekad saya untuk lulus kuliah secepatnya
ada cerita dan senyuman
dan rasa syukur atas karunia Allah SWT.” –  Noverdy Anggara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s