Sepucuk Surat

Seuntai kertas berselimutkan tinta hitam, 
tersusun kata-kata manis yang terucap darimu, dulu.

Apa kabar mu, Cinta?
Tak pelak rindu direlung hatiku.
Apakah kau tersenyum disana?
Aku harap demikian.
Imajinasi ku bergejolak,
Seakan dirimu ada disini, disampingku, begitu dekat.
Tak hayal kita pun saling balas senyum.
Apakah kau merasakannya, Kasih?
Aku rindu sosokmu.
Hingar bingar serangga malam seakan lenyap diterpa haru rindu.

Bulu kuduk ku pun berdiri,
seraya aku ersadar dan menyadari dirimu telah pergi dan tiada.
Tenanglah kau disana. Teruntukmu, Radiva :')

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s