Merindukan Old Firm

Glasgow Celtic kesepian di puncak Scottish Premier League (SPL). Unggul  15 poin atas peringkat duanya, Motherwell, Celtic bisa sesegera mungkin ditahbiskan menjadi kampiun SPL bila keunggulan 15 poin ini bertambah, karena tidak adanya rival yang bisa mengimbangi mereka. Hearts dan Hibernian yang seharusnya bisa jadi pengganjal Celtic di SPL, sama-sama flop musim ini. Hibernian betah di papan tengah klasemen SPL, sedangkan Hearts sedang berjuang menghindari degradasi. Alasan paling kuat mengapa Celtic begitu dominan di SPL musim ini adalah hilangnya rival abadi mereka, Glasgow Rangers.

Glasgow Rangers divonis mengalami kebangkrutan setelah tidak mampu membayar pajak klub yang mencapai  £21.4m, pada pertengahan 2012, dan dihukum turun ke kasta turnamen yang paling rendah di SPL yaitu divisi tiga. Dengan kejadian tersebut, praktis Celtic tidak mempunyai lawan berarti di SPL musim ini, dan dampak yang paling besar SPL kehilangan laga pamungkas Celtic melawan Rangers, atau yang lebih kita kenal sebagai Old Firm derby.

Old Firm merupakan derby yang paling dinanti seantero Skotlandia. Derby ini menarik, karena disamping kepuasan tertentu menonton panasnya persaingan dua kubu di kota Glasgow, ada banyak hal-hal yang melatarbelakangi rivalitas antara dua kubu tersebut. Agama dan identitas merupakan hal yang paling kontras dalam Old Firm derby, dan mungkin orang sudah banyak tahu bahwa Old Firm derby merupakan perselisihan antara agama protestan dan katolik yang aktornya berasal dari orang Skotlandia asli dan imigran dari Irlandia. Lebih tepatnya, Rangers mewakili protestan yang kebanyakan adalah orang Skotlandia asli, dan Celtic mewakili katolik yang mayoritasnya imigran Irlandia.

Old Firm menjadi sarana peluapan gengsi dan emosi antara dua kubu Glasgow. Dalam setiap gelaran Old Firm, selalu saja ada hal yang menghiasi perselisihan antara dua kubu ini, salah satunya adalah chants makian untuk agama dan identitas lawan yang berbalasan antara Celtic dan Rangers. Billy Boys merupakan salah satu contoh chants yang cukup populer digunakan Rangers untuk menggambarkan betapa anti-nya mereka terhadap Celtic, salah satu potongan dari chants tersebut adalah berikut:

“We’re up to our knees in Fenian Blood, Surrender or you’ll die” –Billy Boys

Fenian merupakan sebutan bagi mereka para nasionalis Irlandia, dan juga dikenal sebagai sebutan untuk merendahkan katolik Irlandia. Supporter Rangers yang mayoritas orang-orang Skotlandia asli sangat benci dan memiliki sentimen negatif pada imigran-imigran Irlandia Celtic. Sentimen dan kebencian ini tidak hanya berlaku pada Old Firm saja, namun pada hal-hal lainnya diluar sepakbola. Selain chants, orang-orang Rangers juga kerap meneriaki pemain-pemain Celtic dengan makian SARA. Pemain berwarna kulit berbeda, terutama warna kulit hitam selalu jadi sasaran empuk mereka.

Selain agama dan identitas, ada simbol-simbol lainnya yang dipertontonkan oleh kedua kubu Glasgow dalam Old Firm. Salah satunya adalah afiliasi mereka. Supporter Rangers kerap mengibarkan bendera Skotlandia, dan Union Jack. Mereka beralasan karena lebih nasionalis terhadap negaranya, dan menjunjung tinggi afiliasi mereka terhadap Britania Raya. Tak jarang mereka juga menyanyikan lagu God Save The Queen, karena faktor afiliasi tersebut. Sedangkan, supporter Celtic dominan mengibarkan bendera Irlandia, yang notabene merupakan daerah asal mereka dan nenek moyang mereka.

Diantara perbedaan tersebut, sebenarnya ada satu kesamaan antara Celtic dan Rangers. Tipe supporter Rangers dan Celtic sama-sama carnivalesque. Hal ini digambarkan dengan banyaknya atribut yang dipertontonkan, adanya pertunjukan seperti bendera, banner raksasa, dan nyanyian-nyanyian layaknya sebuah karnaval besar yang membuat Old Firm semakin menarik untuk ditonton. Skotlandia terkenal akan supporter yang tipenya carnivalesqueberkat kedua kubu Glasgow ini.

Dari sisi ekonomi, Old Firm juga sangat menguntungkan. Tercatat tiap laga Old Firm derby, tiket stadion selalu ludes baik ketika Celtic ataupun Rangers yang berlaku sebagai tuan rumah. Keuntungan hak siar SPL juga mayoritas berasal dari laga Old Firm ini, karena Old Firm merupakan tontonan yang paling dinantikan oleh masyarakat Skotlandia. Selain itu, 60% fanbase SPL berasal dari partisipan Old Firm, yaitu Rangers dan Celtic.

SPL musim ini terasa hambar sekaligus hampa tanpa Old Firm. Serunya perseteruan yang melibatkan berbagai latar belakang diantara Celtic dan Rangers sayangnya tidak bisa dinikmati musim ini karena Rangers masih pontang-panting di divisi tiga SPL. Mungkin supporter Celtic juga rindu berbalasan makian dengan supporter Rangers di tiap Old Firm, dan rindu menikmati 90 menit lebih ketegangan Old Firm yang seringkali menentukan siapa yang berhak duduk di puncak SPL. Tidak hanya supporter Celtic saja, mungkin seantero Skotlandia, atau bahkan kita juga rindu dengan gelaran Old Firm ini.

 

 

dikutip dari: http://definefootball.com/merindukan-old-firm/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s