A place I called Home

Rumah-Joglo

Raga ku mungkin ada disini, tetapi tidak dengan jiwa ku.

Sebuah perumpaan yang pas untuk saya sekarang ini. Saya seorang karyawan swasta di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang IT. Menginggalkan (hampir) kegiatan outdoor yang sebelumnya sudah saya laksanakan dan berganti  menikmati hari-hari sebagai karyawan dibalik ‘layar’ desktop, dengan ruangan ACm merupakan salah satu impian semua orang, tak terkecuali saya. Menikmati karyawan ‘kantoran’ dengan berpakaian rapi seperti eksekutif muda-dengan kemeja, celana bahan dan sepatu pantovel-terlihat elegan untuk dipandang. Tak hanya diriku sendiri yang melihat, mungkin orang disekitar ku melihat demikian.

Seiring berjalan waktu, saya mulai mendapat kepercayaan untuk bertugas ke luar kota. Setelah sebelumnya Surabaya, kali ini saya mendapat kepercayaan untuk bertugas ke kota kembang, Bandung. Entah apa yang saya pikirkan diawal ketika diminta untuk bertugas ke Bandung. Sayapun mengiyakan perjalanan dinas tersebut. Tiba hari pertama, kedua dan sekarang masuk hari ketiga saya bertugas ke Bandung, saya merasakan yang tidak seperti biasanya. Saya kurang antusias dengan perjalanan dinas dikota ini. Hari pertama dan kedua bisa saya jalani dengan baik, saya coba untuk menikmati setiap detik yang saya lalui dimanapun itu berada, tetapi hasilnya nihil. Seperti ada perasaan ‘kurang nyaman’ padahal -dengan fasilitas yang sudah diberikan kantor- termasuk nyaman. Puncaknya adalah hari ketiga, ketika terlelap tidur, semua keluarga di Jakarta mampir dimimpiku, teman-teman dan semua yang ada di Jakarta itu hadir dimimpiku. Dan ketika pagi datang, beberapa panggilan masuk ke telepon genggam ku dari keluarga rumah, ya walaupun sekedar nanya gimana kerjaan disini, setidaknya itu membuat saya tenang. Bukan, bukan saya tidak bisa jauh dari mereka, tapi ada ‘perasaan’ yang tertinggal disana. Sebelum-sebelumnya –ketika saya aktif dikegiatan outdoor- saya tidak pernah merasakan perasaan yang seperti ini. Dan perasaan ini membuat saya untuk ingin cepat-cepat menyudahi perjalanan dinas di kota kembang ini, kembali ke rumah. Tempat yang memberikan ‘kenyamanan’, ‘ kehangatan’ dan ‘segalanya.’ Ada pepatah mengatakan, ‘selalu ada alasan untuk membuatmu kembali pulang.’

-Muhammad Julindra, Bandung-

 

photo by : google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s