Ironisme Pendaki Gunung Sekarang

Mendaki gunung adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menengangkan, dibutuhkan banyak persiapan secara fisik dan mental. Mendaki gunung tidaklah mudah, seseorang harus mempunyai disiplin ilmu serta fisik yang memadai. Kegiatan ini diminati oleh siapa saja, semua kalangan yang mempunyai jiwa berpetualang dan kesadaran tinggi atas hakikat manusia terhadap alam, mengukur seberapa jauh kemampuan diri sendiri. Mendaki gunung selalu menjadi sarana melepas emosi, merendahkan hati terhadap tuhan sang pencipta alam, membuang sifat angkuh dan sombong, memperkuat kerjasama tim sesama pendaki serta membuat manusia sadar secara naluriah.

Seseorang yang ingin mendaki gunung harus tau betul persiapan apa yang harus dipenuhi sebelum mulai mendaki, mulai dari : kesiapan mental dan fisik, pengetahuan tentang alam, manajemen emosi, kerjasama tim, dan sebagainya yang menunjang kegiatan alam. Disiplin adalah hal yang sangat essensial dalam mendaki, seseorang yang tidak disiplin secara mental tentu akan menyusahkan diri sendiri atau kelompoknya. Disiplin tentunya juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sampai hal yang terkecil sekalipun. Karena itu lahirlah sebuah kode etik pemuda pencinta alam se-Indonesia yang sadar bahwa alam raya ini adalah tanggung jawab kita sebagai manusia kepada tuhan, bangsa dan tanah air.

Dahulu olahraga ini hanya diminati oleh sebagian orang saja, karena alasan diatas tadi. Sekarang siapa saja bisa menikmati olahraga ini bahkan orang yang tidak tau aturan sekalipun. Kita sekarang banyak menemukan sampah berserakan, coretan yang menggunakan bahan permanen dan perilaku jahil para pendaki. Bahkan gunung kini pun dijadikan sarana bisnis bagi warga penduduk setempat sebagai porter mungkin ini salah satu dampak positifnya. Beberapa bulan lalu sebelum saya membuat tulisan ini, muncul film lokal yang berbasis novel tentang pendakian yang banyak dikritik para pencinta alam. Karenanya banyak korban kelabilan dari film tersebut, mendengar cerita dari penjaga pos beberapa gunung secara langsung dan lewat forum, katanya :“dengan entengnya pemuda dan pemudi labil bermental feodal masuk gunung tanpa aturan karena terpengaruh romantisme film tersebut. Dengan barang bawaan seadanya tanpa perencanaan mereka menyewa porter lalu mendaki, pada akhirnya beberapa dari mereka banyak yang celaka.” Begitulah kabar yang beredar, kita tidak bisa juga menyalahkan film (realitas yang dibuat tanpa konsep alami) akan tetapi dari para individu masing-masing. Sekali lagi perlu disadari bahwa gunung adalah tempat kehidupan alami dari banyak makhluk hidup yang ada di dalamnya, Alam raya mesti dijaga dan dilestarikan. kritik ini bukan secara objektif menyudutkan film tersebut akan tetapi lebih kepada mental individu pendaki.

Ironisnya budaya seperti ini tidak hanya terjadi di gunung saja, namun kita lihat kehidupan masyarakat kita yang semerawut tanpa aturan. Hal sederhana ini mencerminkan pola kehidupan yang sebenarnya dari masyarakat kita. Padahal dahulu kala orang timur adalah bangsa-bangsa yang paling menghargai alam. Dalam setiap aktivitas yang kita lakukan pasti berhubungan dengan seni agar keasliannya tetap terjaga secara natural dan segala aturan yang melekat pada objeknya, begitu juga mendaki gunung, diperlukan pemahaman akan seni mendaki. Bagaimana menciptakan aturan main tersendiri berdasarkan hakikat kita sebagai manusia sesungguhnya yang membaur dengan alam. begitulah kondisi gunung sekarang dan kedepannya apabila manusia tidak punya aturan dan sikap menjaganya. tentunya kita berharap agar terciptanya kesadaran dalam kegiatan apapun.

Dengan adanya tulisan yang singkat ini penulis berharap para pendaki kemudian menyadari dan menghormati tata kehidupan yang ada pada alam sekitar bukan hanya di gunung saja ! karena sejatinya kehidupan di alam bebas seharusnya membuat manusia rendah hati terhadap sang pencipta, tempat membuang mental sombong dan angkuh. Sekali lagi, manusia menjadi salah satu faktor penentu bagaima alam kita kedepannya. “Jagalah alam maka alam akan menjagamu.”

 

– Audi Muslim

The Seven Summits of Indonesia

Pada dasarnya konsep 7 puncak ttinggi di Indonesia tidak semata-mata diurutkan bedasarkan urutan ketinggian dari seluruh gunung di Indonesia, melainkan mirip dengan konsep 7 puncak tertinggi di Dunia yang merupakan 7 puncak tertinggi di 7 benua, yang membedakan adalah 7 puncak tersebut diambil dari 7 Pulau dan Kepulauan utama di Indonesia. Meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Kepulauan Bali & Nusa Tenggara, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua. Dari 7 pulau tersebut itu dipilih masing-masing satu puncak tertinggi dari tiap pulaunya yg tentunya masih ada di wilayah Indonesia.

Berikut adalah The Seven Summits of Indonesia, yaitu :

1.Puncak Bukit Raya (2.278 mdpl), Pulau Kalimantan Gunung bukit Raya terletak di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Sebenarnya gunung tertinggi di Kalimantan adalah Gn.Kinabalu (4.095 mdpl),namun gunung tersebut berada di wilayah negara Malaysia. Sehingga puncak tertinggi dari Kalimantan adalah Gn. Bukit Raya (2.278 mdpl) rute pendakian bisa dimulai dari Nanga Popai, Kalimantan Barat. Gunung tidak berapi yang merupakan bagian dari Muller Schwaner ini terletak pada koordinat 112º 07′ BT & 00º 24′ LS

bukitraya

2.Puncak Binaiya (3.027 mdpl) Kepulauan Maluku Gunung tidak berapi ini terletak di pulau Seram dalam wilayah Kab. Maluku Tengah,Maluku. Terletak pada koordinat 3° 10′ LS dan 129° 28′ BT ,rute pendakian kepuncak binaiya bisa dimulai dari desa Kanike.

img_20111207141132_4edf11a4a8bca

3.Puncak Rantemario Gn Latimojong (3.478 mdpl) Pulau Sulawesi Puncak gunung tertinggi dipulau Sulawesi dipegang oleh gn.Latimojong. Pegunungan Latimojong yang merupakan gunung tdk berapi ini berada di kab Enrekang, SulSel, pada koordinat 3° 22′ 54″ LS 120° 1′ 43″ BT.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

4.Puncak Mahameru (3.676 mdpl) Gn. Semeru,Pulau Jawa puncak tertinggi di pulau Jawa adlh Puncak Mahameru (3.676 mdpl) di Gn.Semeru. Tercatat sebagai gunung api aktif tertinggi di Pulau Jawa,berada di propinsi Jawa Timur di antara wilayah Kab Malang & Lumajang. Dengan posisi geografis antara 8° 6′ 28″ LS, 112° 55′ 12″ BT, rute pendakian Gn. Semeru dapat dimulai dari Desa Ranupane.

Sunrise Mahameru

5.Puncak Rinjani (3726mdpl) Kepulauan Bali & Nusa Tenggara Puncak tertinggi di Bali & Nusa Tenggara adlh Gn. Rinjani (3726mdpl). Gunung berapi ini berada di pulau Lombok propinsi Nusa Tenggara Barat pada koordinat 8° 25′ LS 116° 28′ BT. Untuk mendaki Gunung Rinjani ada 3 jalur resmi, yaitu Jalur Senaru, Sembalun, dan Torean.

puncak_rinjani

6.Puncak Indrapura (3805mdpl) Gn Kerinci,Pulau Sumatra puncak Gunung tertinggi dipulau Sumatra adalah Puncak Indrapura di Gn Kerinci. Gunung berapi ini berada di perbatasan propinsi Sumatera Barat dan Jambi pada lintang 10°45,50′ LS dan 1010°160′ BT.

puncak-gunung-kerinci

7.Puncak Carstensz Pyramid (4.884 mdpl), Papua Puncak gunung tertinggi di pulau Papua adalah Cartenzs Pyramid (4884mdpl). Puncak Carstenzs yg biasa disebut juga Puncak Jaya mrpkn bag dr Peg. Maoke (Barisan Sudirman) yg berada diprovinsi Papua. Letaknya berada di kordinat 04º 03′ 48″ LS 137º 11′ 09″ BT, Puncak Jaya merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Cartenz Pyramid juga masuk kedalam salah satu Seven Summit di tujuh benua dunia versi Reinhold Messne.

carstensz-pyramid-300x225 Puncak-Jayawijaya-dan-Carstenz-tertutupi-salju-300x195

 

 

 

 

Itu dia The Seven Summits of Indonesia. Tertarik untuk menjelajahnya? Saya sangat tertarik! hihihihihi :”3

– Sumber : @kabarpetualang #AdvMount

– Gambar : Google

Gunung tak pernah memaksa ku untuk mendaki sampai puncak. Ketulusan alamnya lah yang membuatku ikhlas untuk bersusah payah mendaki hingga puncaknya. – Eki Raharjo

Standart Gear For Hiking

Buat kalian-kalian yg ingin hiking/ suka bertulang dan baru mau memulainya, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut. 3 hal yg terpenting untuk mendaki adalah 1. Shelter, 2. Food and Kitchen, 3. Tools and Survival. Selengkapnya simak penjelasan berikut..

– Di mulai dari #backpack/#rucksack pillih yg sesuai dengan kriteria punggung dan kenyamanan, karna itu hal terpenting. Sesuaikan dengan torso dan berat badan si pengguna, karna tiap orang akan dapat hasil konveri yg beda. Kapasitas beban angkut tiap orang berbeda, maka usahakan jangan lebih dr 20% atau 1/3 dari berat badannya. Karna kalau lebih akan hilang rasa nyaman saat hike, dalam hal ini akan penting mengingat harganya yang tak murah, jadi usahakan sekali beli tp memuaskan, juga sesuaikan dgn backsystemnya 🙂

– #Shelter, ini adalah satu bagian terpenting dalam kegiatan outdoor, bisa dari yang konvensional sampai yg modern. Mulai bivack, tarptent, bahkan sampai foursseason, lengkapi juga dengan pendukungnya seperti matras dan sleeping bag. Untuk matras bisa dari matras standar yang busa mati sampai yang matras angin, sesuaikan kebutuhan anda dan kantong anda 🙂 Sleepingbag juga menyesuaikan dgn kantong anda, juga dilihat lagi dari tenda yang digunakan, jangan sampai menggunakan tenda 4season tp SBnya pakai yg sanggup mengatasi suhu minus itu jg salah kaprah.

–  #Kitchen, juga salah satu ornamen penting pendakian, untuk menjaga stabilitas tubuh dengan asupan gizi, terdiri dari kompor dan kelengkapannya yg minimalis sehingga bisa dibawa2 dgn simple, mungkin sekedar 1 kompor lapangan dengan bahan bakar nya tentunya dilengkapi satu penggorengan dan sebuah panci kecil juga tambahan alat makan lainnya. Kurang lebih alat makannya antaralain: bisa sebuah piring, sendok dan gelas. Usahakan cari yg foldable ya biar ga makan banyak tempat saat packing.

–  #Clothes bawa seperlunya aja, karna bukan mau pindahan apa lagi ke MALL kan? hanya saja pastikan badan tetap kering saat hiking. Dan tetap bersih juga saat mau beristirahat tidur, jgn lupa persiapkan kaos kaki cadangan. Hindari penggunaan pakaian berbahan jeans, karna sifat dasar jeans itu mengikuti suhu, makin dingin suhu maka makin dingin yg dirasakan. Begitu juga ya sebaliknya, jgn karna liat film cowboy trus ikut-ikutan pake jeans. Mereka disana selalu menggunakan thermal sebelum pakai itu. Thermal dsini adalah base layer clothes yg bisa menahan suhu badan supaya tetap hangat.

– #Windshell ini adalah perlengkapan untuk menahan dingin dari angin juga dari cuaca. Untuk iklim tropis indonesia saya rasa jacket dan celana polar cukup, jgn lupa dilengkapi sarung tangan dan masker.

–  #Rainshell adalah alat untuk menahan hujan. Saran saya selalu pisahkan windshell dan rainshell karna seandainya hujan badai. windshell anda tak akan selamat dan anda ga bisa bertahan hadapi dingin karna basahnya windshell. Disni ada pilihan yg bisa dipilih seperti poncho atau biasa di sebut jas hujan batman, sampai yg model atasan dan bawahan, malah beberapa ada yg model wearpack jadi bisa kalian pilih sesuai harga dan kenyamanan.

–  #Hydrationsystem kontrol air!! Itu yg selalu para sesepuh bilang saat pendakian. Hal pertama paling simple adalah ambil data dari tempat hiking, ada kan sumber air dsana ? Dan ingat ttg daya angkut beban masing-masing. Jadi simplenya, estimasi dulu berapa liter kira-kira yg dibutuhkan, jadi bisa bawa sesuai dgn kebutuhan. Perlengkapannya menurut saya antaralain: #waterbladder #watertank dan #waterpurifier. Tp kalo mau simple bisa juga kok dgn bawa air mineral kemasan asal sanggup bawanya 😀

– #LightAndFire, ada headlamp, senter,atau bahkan lampu badai. Tapi jgn lupa persiapkan cadangannya ya, seperti baterai dan BB. Untuk lampu badainya, dalam hal ini saya lebih memilih headlamp atau senter dikombinasi dgn lampu. Lampu badai elecktronik yg ada di pasaran, jd cukup baterai saja cadangannya.

–  #Tools berarti alat, yang dimaksud dsini bisa diartikan alat-alat pendukung , semisal golok tebas, pisau bahkan sampai camera. Jadi setiap medan dan kebutuhan tiap-tiap personel beda-beda, ada yg ga mau jalan juga tanpa camera soalnya. Tp saya rasa untuk medan Indonesia sebuah pisau lipat lengkap dan GPS kayaknya standart untuk dimiliki untuk hiking dan perlu ditambah kelengkapan survival kit dan obat2an tentunya. Satu lagi survivalblanket mungkin perlu dibawa.

–  #Food sekali lagi saya bisa bilang ini bisa menyesuaikan tiap medan dan tiap-tia[ personel, karna perut org beda-beda juga selalu sesuaikan dgn lamamya hiking, tapi pastikan asupan gizi dan kalorinya cukup.

Demikian penjelasan standar gear for hiking. Semoga bermanfaat 🙂

‘Hanya kalian sendirilah yang tau batas kemampuan kalian, jadi jangan terlalu dipaksakan.’

Sumber:

– @infopendaki

– @reditesouls

– http://chirpstory.com/li/21493

Antara Sunrise dan Sunset…

Siapa yg tidak mengenal sunrise dan sunset? Yaa… dua kata itu adalah salah satu anugrah yg dicipatakan oleh-Nya. Sungguh indah memang dan saya penikmat keduanya. Keindahan sunrise dan sunset memiliki daya tarik sendiri jika dilihat. Di Jakarta, keduanya mungkin ‘agak’ kurang keindahannya, tapi saya ttp menikmati sunrise dan sunset itu. Mulai dari menikmatinya dirumah sampe dibeberapa spot tertentu yg memiliki keindahan.

Menurut saya, sunrise itu sebuah bentuk semangat. Semangat matahari untuk menghangatkan bumi dipagi hari, sama halnya dengan semangat pagi untuk menaklukan hari. Semangat untuk menghadapi ‘tantangan’ dikehidupan nyata. Dan sunset itu sebuah bentuk renungan. Renungan atas apa yg sudah dilakukan dan dicapai pada hari itu. Terkadang kita lupa untuk merenung ‘apakah hari ini sudah mencapai target kita?’ Kadang kita hanya memikirkan, ‘Aaah sudah sore, waktunya bergegas pulang dan istirahat.’ Ga munafik, sayapun terkadang begitu… Di tempat-tempat tertentu, saya baru bisa merenungkan dikala senja.

Kesimpulannya; sunrise itu sebagai semangat menaklukan hari dan sunset sebagai sebuah renungan atas apa yg telah kita lakukan hari itu.

Sunrise Ranukumbolo

Sunrise Ranukumbolo

Sunrise Mahameru

Sunrise Mahameru

IMG00131-20110716-1740

Sunset Pantai Ujung Genteng

SONY DSCSONY DSC

Sunset Pantai Sawarna

“Hangat seperti matahari terbit, elok seperti matahari terbenam” – Muhammad Julindra

1st time at Mahameru (part 5)

20 September 2012 | Ranukumbolo

Matahari sudah mulai tampak, Ranukumbolo sudah mulai terang. Waktu menunjukan pukul 5 pagi. Aku pun bergegas bangun menikmati indahnya pagi Ranukumbolo sebelum bergegas ke Jakarta. Aku bergegas keluar tenda dan duduk di depan tenda. Di dalem tenda, Fanny dan Tami sedang memasak. Saya pun bergegas ikutan masak air untuk menyeduh kopi. Aaaaah nikmatnya, segelas kopi dan 2 buah mie goreng + sarden jadi cemilan saya pagi ini, eh berdua ding sama Yuda. Kami makan sepiring berdua, sambil ngobrol dengan menggunakan bahasa Jawa. Karna kebetulan saya dan Yuda orang Jawa. Sooo romantisssss…. hahaha :))

Selesai makan dan beberes, kamipun packing dan bergegas pulang. Waktu menujukan pukul 12.00 WIB dan kamipun mulai bergegas jalan menuju Ranupani.

Jalur Ranukumbolo – Ranupani itu nanjak dan ada bonus turunan lumayan banyak. Awalnya gua jalan di tengah, lama kelamaan jadi semakin depan. Tapi ga lama yg lain pada nyusul gua, dan gua jadi rombongan belakang lagi karna gua sempet ngerest di pos 2. Setelah pos 2, jalur pendakian menurun. Dan yg lain pada berlari kecuali gua. Iya, karna kaki gua sakit alias kapalan akhirnya gua jalan perlahan sambil menahan sakit. Selama perjalanan gua bertemu bbrp pendaki lain yg mau naik, sampe ada satu kejadian yg menurut gua konyol. Kebetulan jalur lagi sepi, dari kejauahan gua denger suara pendaki yg lain sedang ngerest. Dengan santainya gua jalan sambil nenteng sampah kaleng yg menggantung di carier. Dan akibat gantungan itu, jadinya ngeluarin suara berisik ‘klentang.. klentong.. klentang.. klentong..’ Suara pendaki yg lain tsb semakin dekat, dan begitu kita sama2 bertemu pendaki itu megang golok dan langsung ngomong ‘Dikira siapaaaaa mas, bunyi klentang klentong’. Dan dengan polosnya gua cuma senyum dan say ‘Selamat menikmati perjalanannya mas’ (dalam hati ngeri juga men, untung ga disambit golok gua) hahaha :))

Tidak jauh dari pertemuan tsb, gua pun bertemu salah satu teman gua,pencetus Bike To Campus; Amal. Kebetulan dia mau mendaki ke Ranukumbolo. Dan gua pun berbincang-bincang sebentar tidak lupa berpose sama dia.

Singkat cerita, gua pun sampai di Ranupani sekitar jam 15.30 WIB. Dan langung istirahat bersih-bersih sebelum balik ke Jakarta. Temen-temen yg lain pada mandi disini, dan gua ga berani mandi. Airnya super duper dingin broooooh haha :)) Semuanya sudah selesai mandi dan packing, kami pun turun menuju Pasar Tumpang jam 17.00 WIB dengan menggunakan truk.

Kebetulan kami berjumlah 10 orang, dan ada rombongan lain yg mau turun 3 orang. Akhirnya kami patungan untuk naik truk. Setiba di Pasar Tumpang pukul 18.30 WIB. Gua langsung bergegas menuju Jakarta malam itu juga karna ada urusan lain hari sabtunya. Teman-teman yg lain bermalam di salah satu rumah teman kami di Malang. Aaaaahhh ga sabar ketemu kasur, kamar mandi dan orang rumah 🙂

Demikian dokumentasi, sebuah cerita dari saya tentang 1st time at Mahameru. Semoga bermanfaat untuk teman-teman pendaki yang lain. Amin 🙂

Terima kasih kepada Allah SWT, karna Engkau telah mengijinkan (saya khususnya) kami berdiri dan bersujud ditanah tertinggi Pulau Jawa.

Terima kasih kepada teman-teman Pasma (Fanny, Benny, Vito, Angga, Tami, Rendy), Yuda, Ucok. Berkat ajakan dan semangat dari kalian, gua bisa mencapai 3676 mdpl. Alhamdulillah 🙂 You rock guysssssssssss!!!

“Aku bukan maniak pendaki, aku adalah penikmat alam yg indah. Berdiri diatas awan, tetap menginjakan kaki dibumi dan tanpa harus terbang. Aku bukanlah golongan pemuncak gunung, aku hanya penikmat alam yg indah. Puncak suatu gunung merupakan bonus bagi ku. Dan suatu kebahagian aku bisa berdiri dan bersujud syukur di Mahameru :’). Semeru meninggalkan rindu, ijinkan aku untuk bertemu dilain waktu :)”– Muhammad Julindra

“Lelahnya pendakian, tebelnya debu di muka, sampe gosongnya muka dan tangan terbayarkan saat sampai diatas Mahameru dan melihat keindahan alamnya gunung semeru.. Thanks Pasma 5 masih bisa menemani berkeliling gunung2 di Indonesia dan semoga masih untuk seterusnya ♥” – Shiella Fanny Erawati

“ada apa di atas awan?
di titik tertinggi pulau jawa?
di 3676 mdpl?
di puncak mahameru?

ada merah putih
ada tekad saya untuk lulus kuliah secepatnya
ada cerita dan senyuman
dan rasa syukur atas karunia Allah SWT.” –  Noverdy Anggara